Mengenal Bekam: Tradisi Pengobatan Kuno dalam Perspektif Modern

Daftar Isi Artikel:

     Bekam, atau yang secara internasional dikenal sebagai cupping therapy, adalah metode pengobatan alternatif yang telah dipraktikkan selama ribuan tahun. Meski sering dianggap sebagai pengobatan tradisional, popularitas bekam tetap stabil hingga kini, bahkan diadopsi oleh atlet elite dunia dan selebritas untuk pemulihan fisik.

    Bekam adalah https://bekambaturaden.blogspot.com/


    Apa Itu Bekam?

    Secara harfiah, bekam berasal dari bahasa Arab al-hijamah, yang berarti "pelepasan darah kotor" atau "pengisapan". Prinsip dasar bekam adalah menciptakan tekanan negatif (vakum) pada permukaan kulit menggunakan cup (cangkir) khusus.

    Tekanan vakum ini berfungsi untuk:

    1. Menarik aliran darah ke area tertentu.

    2. Memicu respons peradangan lokal yang merangsang penyembuhan.

    3. Mengeluarkan toksin atau darah yang mengandung sisa metabolisme (pada jenis bekam basah).


    Jenis-Jenis Bekam

    Dalam praktiknya, bekam secara umum dibagi menjadi dua kategori utama:

    1. Bekam Kering (Dry Cupping)

    Prosedur ini hanya melibatkan pengisapan kulit tanpa mengeluarkan darah. Cangkir diletakkan di atas kulit, lalu udara di dalamnya disedot. Tujuannya adalah untuk melenturkan otot yang kaku dan memperlancar aliran darah.

    2. Bekam Basah (Wet Cupping)

    Ini adalah jenis bekam yang paling umum dalam pengobatan Islam (Thibbun Nabawi). Setelah proses pengisapan awal, terapis akan membuat sayatan kecil atau tusukan jarum halus di permukaan kulit, lalu melakukan pengisapan kembali untuk mengeluarkan sejumlah kecil darah.


    Manfaat Bekam bagi Kesehatan

    Banyak orang memilih bekam untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Beberapa manfaat yang sering dirasakan antara lain:

    • Mengurangi Nyeri Otot dan Sendi: Sangat efektif untuk nyeri punggung, leher kaku, dan migrain.

    • Detoksifikasi Tubuh: Membantu membuang sisa-sisa metabolisme dan toksin dalam darah.

    • Melancarkan Sirkulasi Darah: Tekanan vakum membantu melebarkan pembuluh darah sehingga suplai oksigen ke jaringan meningkat.

    • Relaksasi Sistem Saraf: Proses pengisapan dapat merangsang sistem saraf parasimpatis, yang memberikan efek tenang dan mengurangi stres.

    • Meningkatkan Imunitas: Memicu respons imun tubuh melalui peradangan lokal yang terkontrol.


    Prosedur dan Keamanan

    Meskipun terlihat sederhana, bekam harus dilakukan oleh tenaga profesional yang bersertifikat. Berikut adalah standar keamanan yang perlu diperhatikan:

    1. Sterilisasi: Alat bekam (cup dan jarum/pisau) harus dalam keadaan steril atau sekali pakai untuk mencegah penularan penyakit melalui darah (seperti Hepatitis atau HIV).

    2. Kondisi Tubuh: Tidak semua orang boleh dibekam. Ibu hamil, penderita anemia berat, pengguna obat pengencer darah, dan orang dengan gangguan pembekuan darah harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

    3. Bekas Bekam: Setelah terapi, akan muncul lingkaran merah atau keunguan pada kulit. Ini bukanlah memar cedera, melainkan pecahnya pembuluh darah kapiler kecil (ekimosis) yang biasanya hilang dalam 3–7 hari.


    Kesimpulan

    Bekam adalah jembatan antara kearifan masa lalu dan kebutuhan kesehatan masa kini. Dengan prosedur yang benar dan hiegienis, bekam dapat menjadi terapi pendamping yang efektif untuk menjaga kebugaran dan mengatasi berbagai keluhan fisik.

    Chat WhatsApp Bekam