Bekam Basah, atau secara medis dikenal sebagai Hijama, adalah prosedur yang menggabungkan teknik penghisapan (vakum) dengan pengeluaran darah melalui sayatan kecil pada permukaan kulit. Ini adalah metode yang paling populer karena dipercaya memberikan efek penyembuhan yang paling dalam dibandingkan jenis bekam lainnya.
Prosedur Tiga Tahap (Triplex Steps)
Dalam standar profesional, bekam basah dilakukan melalui tiga tahapan penting yang sistematis:
Pembekaman Awal: Kop dipasang selama 3–5 menit untuk mengumpulkan darah statis dan memberikan efek mati rasa alami (anestesi lokal) pada area tersebut.
Penyayatan/Perlukaan: Kop dilepas, kemudian permukaan kulit diberikan sayatan mikro atau tusukan jarum yang sangat tipis.
Pembekaman Akhir: Kop dipasang kembali untuk menarik darah statis keluar melalui lubang sayatan tersebut. Di sinilah proses pengeluaran zat sisa metabolisme terjadi.
Mengapa Harus "Basah"?
Banyak orang bertanya-tanya mengapa darah harus dikeluarkan. Secara klinis, bekam basah memiliki keunggulan yang tidak dimiliki bekam kering:
Pembuangan Fisik: Jika bekam kering hanya "menggeser" sumbatan, bekam basah benar-benar mengeluarkan sel darah merah yang rusak, kelebihan zat besi, dan mediator inflamasi (zat penyebab nyeri) dari sistem tubuh.
Stimulasi Ginjal dan Hati: Dengan membantu mengeluarkan beban limbah melalui kulit, bekam basah secara tidak langsung meringankan kerja organ penyaring utama tubuh seperti ginjal dan hati.
Efek Hematologis: Studi menunjukkan bahwa bekam basah memicu sumsum tulang belakang untuk memproduksi sel darah merah baru yang lebih sehat dan kaya oksigen.
Keamanan dan Higienitas Mutlak
Karena melibatkan kontak dengan darah, bekam basah memerlukan standar prosedur operasional (SOP) yang sangat ketat:
Alat Steril: Semua alat yang bersentuhan dengan darah harus sekali pakai (pisau, jarum, sarung tangan, hingga kop jika memungkinkan).
Limbah Medis: Darah hasil bekam harus dikelola sebagai limbah medis berbahaya agar tidak menjadi sumber penularan penyakit.
Kondisi Fisik Pasien: Tidak semua orang boleh menjalani bekam basah. Pasien dengan kondisi anemia berat, diabetes yang tidak terkontrol, atau pengguna obat pengencer darah harus berkonsultasi secara khusus.
Efek Setelah Bekam Basah
Pasien biasanya akan melihat bekas kemerahan berbentuk lingkaran (ekimosis) yang akan memudar dalam 3 hingga 7 hari. Rasa kantuk atau tubuh terasa sangat rileks adalah reaksi umum segera setelah sesi, yang menandakan sistem saraf parasimpatis sedang bekerja aktif untuk memulihkan tubuh.
%20Puncak%20dari%20Terapi%20Detoksifikasi.jpeg)