Dalam terminologi bekam, Darah Statis (sering disebut sebagai Al-Akhlat atau darah kotor) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sisa-sisa darah yang dianggap tidak lagi berfungsi optimal dalam sirkulasi. Meskipun secara medis semua darah adalah darah, dalam konteks bekam, darah statis merujuk pada darah yang mengandung konsentrasi sampah metabolik yang tinggi.
Karakteristik Visual dan Tekstur
Bagi mereka yang sering menjalani bekam, darah statis mudah dikenali melalui perbedaan fisik dibandingkan darah normal:
Warna: Biasanya cenderung lebih gelap atau merah pekat menuju kehitaman. Hal ini sering dikaitkan dengan rendahnya kadar oksigen dan tingginya kandungan karbondioksida serta racun.
Konsistensi: Seringkali terlihat lebih kental, berbuih, atau bahkan menggumpal seperti jeli setelah keluar dari pori-pori kulit.
Kecepatan Keluar: Darah ini biasanya keluar lebih lambat dan terkumpul di bawah tarikan vakum kop.
Apa yang Terkandung di Dalamnya?
Secara ilmiah, beberapa penelitian laboratorium terhadap darah hasil bekam menunjukkan bahwa cairan tersebut mengandung:
Eritrosit Tua: Sel darah merah yang sudah rusak atau melewati masa hidupnya (120 hari) dan seharusnya dihancurkan oleh limpa.
Zat Sisa Metabolik: Penumpukan asam laktat, kolesterol jahat, dan sisa-sisa bahan kimia dari makanan atau obat-obatan yang tidak tersaring sempurna oleh ginjal dan hati.
Zat Peradangan: Konsentrasi protein inflamasi yang jika dibiarkan menumpuk dapat menyebabkan rasa pegal dan nyeri kronis pada otot.
Mengapa Harus Dikeluarkan?
Konsep dasar bekam adalah evakuasi. Diibaratkan seperti selokan yang tersumbat, darah statis yang berada di bawah lapisan kulit (jaringan mikrosirkulasi) menghambat aliran darah segar yang kaya nutrisi. Dengan mengeluarkan darah statis ini, tekanan di dalam jaringan berkurang, sehingga pembuluh darah kapiler dapat kembali mengalirkan darah bersih dengan lancar. Inilah yang menjelaskan mengapa setelah bekam, seseorang sering merasa tubuhnya jauh lebih ringan dan rasa nyeri berkurang secara instan.
Sudut Pandang Medis Modern
Dalam dunia medis konvensional, fenomena ini sering dikaitkan dengan pembersihan cairan interstisial dan stimulasi sistem limfatik. Pengeluaran "darah statis" dianggap sebagai proses induksi luka mikro yang memicu tubuh untuk melakukan perbaikan mandiri (self-healing) secara masif.