Dalam literatur pengobatan klasik, Titik Sunnah merujuk pada lokasi-lokasi spesifik di permukaan tubuh yang pernah dicontohkan atau dianjurkan dalam tradisi pengobatan Nabi (Thibbun Nabawi). Titik-titik ini bukan sekadar koordinat acak; secara anatomis, lokasi tersebut merupakan area di mana sistem saraf, aliran limfatik, dan pembuluh darah besar bertemu.
Titik-Titik Utama yang Paling Populer
Ada beberapa titik yang dianggap sebagai "kunci" dalam terapi bekam karena efektivitasnya dalam menangani berbagai keluhan:
Al-Kahil (Punuk): Terletak di punuk leher belakang (sekitar vertebra servikal ke-7). Titik ini dianggap sebagai "pusat" dari 72 penyakit karena merupakan pertemuan banyak jalur saraf menuju otak dan seluruh tubuh.
Al-Akhda’ain (Urat Leher): Terletak di samping kiri dan kanan leher, tepat di bawah garis rambut. Titik ini sangat efektif untuk masalah kepala, migrain, sakit gigi, hingga gangguan pada mata.
Ummu Mugits (Puncak Kepala): Terletak di ubun-ubun. Dalam sejarah, titik ini sering digunakan untuk membantu masalah kognitif, depresi, atau vertigo.
Al-Katifain (Dua Bahu): Terletak di area pundak. Sangat membantu dalam membuang beban stres pada otot dan mengatasi masalah pernapasan.
Keselarasan dengan Titik Akupunktur
Menariknya, jika kita membandingkan Titik Sunnah dengan peta Akupunktur (Meridian) dari Tiongkok, terdapat kesamaan yang luar biasa. Banyak titik sunnah yang berhimpitan langsung dengan titik-titik meridian utama. Hal ini menunjukkan bahwa pengobatan kuno di seluruh dunia memiliki pemahaman yang serupa tentang jalur energi dan sirkulasi tubuh.
Mengapa Memilih Titik Sunnah?
Secara klinis, pemilihan titik ini didasarkan pada dua hal:
Keamanan: Area ini cenderung jauh dari organ vital yang berbahaya jika terjadi penekanan vakum, namun cukup dekat dengan akses sirkulasi kapiler.
Efektivitas Sistemik: Melakukan bekam pada titik-titik ini dipercaya memberikan efek "domino" yang baik bagi organ-organ dalam, bukan hanya area lokal di mana kop diletakkan.
Pendekatan Modern
Praktisi profesional saat ini sering mengombinasikan titik sunnah dengan titik keluhan (lokal). Misalnya, jika pasien mengeluhkan nyeri lutut, praktisi akan membekam di Titik Al-Kahil sebagai pusat regulasi saraf, kemudian baru membekam di sekitar area lutut yang sakit.