Dalam dunia pengobatan tradisional dan komplementer, Kop bukan sekadar alat plastik biasa. Ia adalah instrumen utama yang menjembatani antara teknik kuno dan standar medis modern. Kop berfungsi menciptakan ruang isolasi di atas permukaan kulit untuk memicu reaksi fisiologis tubuh.
Evolusi Material Kop
Sejarah mencatat evolusi material kop yang sangat panjang:
Zaman Prasejarah: Awalnya menggunakan tanduk hewan (kerap disebut teknik keratoterapi).
Abad Pertengahan: Berkembang menggunakan bambu dan keramik.
Era Klasik: Menggunakan kaca tebal yang diaplikasikan dengan bantuan api untuk menciptakan vakum.
Era Modern: Saat ini, mayoritas praktisi menggunakan bahan polikarbonat yang tahan pecah, ringan, dan mudah disterilisasi.
Mekanisme Kerja Kop
Saat Kop diletakkan di atas kulit dan udara di dalamnya dikeluarkan (baik melalui pompa hisap atau pendinginan udara panas), terjadi tekanan negatif. Tekanan ini menyebabkan:
Ekspansi Jaringan: Kulit dan lapisan lemak di bawahnya tertarik ke atas, yang memberikan efek pijatan mendalam pada otot.
Vasodilatasi: Pembuluh darah melebar, meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi ke area tersebut.
Stimulasi Saraf: Mengaktifkan sistem saraf perifer yang dapat membantu mengurangi sinyal nyeri ke otak.
Kualitas Kop yang Baik
Artikel kesehatan sering menekankan pentingnya kualitas kop. Kop berkualitas tinggi harus memiliki bibir yang halus agar tidak melukai kulit saat terjadi penghisapan dan harus mampu menahan tekanan vakum tanpa retak. Dalam standar klinis, penggunaan kop sekali pakai (disposable) atau sterilisasi tingkat tinggi sangat diwajibkan untuk mencegah kontaminasi silang.
