Jika Kop adalah alat untuk menarik, maka Sayatan (Incision) adalah kunci pembuka pintu bagi proses pembersihan tubuh. Dalam terminologi medis, sayatan dalam bekam merupakan prosedur bedah minor yang bertujuan untuk merusak kontinuitas jaringan kulit secara terkontrol pada lapisan epidermis dan dermis bagian atas.
Teknik dan Kedalaman: Mengapa Presisi Itu Penting?
Sayatan dalam bekam tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada prinsip "sedalam rambut" yang sering ditekankan oleh para ahli.
Lapisan Kulit: Sayatan hanya ditujukan pada lapisan superfisial. Jika terlalu dalam, dapat merusak pembuluh darah arteri atau jaringan saraf; jika terlalu dangkal, darah statis tidak akan keluar secara optimal.
Kecepatan dan Ketepatan: Sayatan harus dilakukan dengan cepat untuk meminimalkan rasa sakit (teori gate control pada saraf) dan memastikan jalur keluarnya darah terbuka sempurna sebelum proses pemvakuman kedua.
Evolusi Alat Sayat
Secara historis, praktisi menggunakan pisau bedah sederhana. Namun, dunia modern telah membawa standarisasi yang lebih aman:
Surgical Blade (Bisturi): Pisau bedah steril sekali pakai yang memberikan hasil sayatan linier (garis). Ini dianggap memberikan jalur keluar darah yang paling efisien.
Jarum (Lancet): Sering digunakan dalam teknik Pricking. Bedanya dengan sayatan, jarum menciptakan lubang-lubang kecil (punktur). Meski tampak lebih ringan, bagi sebagian praktisi, sayatan linier dianggap lebih efektif dalam mengeluarkan sumbatan.
Aspek Keamanan dan Sterilitas
Ini adalah bagian yang paling krusial. Sayatan adalah titik di mana risiko infeksi meningkat jika prosedur tidak higienis. Artikel medis selalu menekankan:
Sterilisasi Area: Kulit harus didisinfeksi dengan alkohol atau antiseptik sebelum disayat.
Alat Sekali Pakai: Penggunaan pisau atau jarum wajib sekali pakai untuk mencegah penularan penyakit berbahaya seperti Hepatitis atau HIV.
Penyembuhan: Karena sayatan dilakukan sangat tipis, luka biasanya akan menutup dengan sendirinya dalam waktu 24 jam tanpa meninggalkan bekas permanen (keloid), asalkan perawatan pasca-bekam dilakukan dengan benar.
Manfaat Fisiologis Sayatan
Secara biologis, sayatan kecil ini memicu tubuh untuk melepaskan zat anti-peradangan dan merangsang regenerasi sel darah baru. Ia bukan sekadar melukai, melainkan memberikan "sinyal darurat" positif kepada sistem kekebalan tubuh untuk bekerja lebih aktif di area tersebut.